Halal ataukah Haram Menjalankan Haji/Umroh menggunakan Dana Talangan?

Recomended


Halal ataukah Haram Menjalankan Haji/Umroh menggunakan Dana Talangan? - Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya

Kiblat yang bermuara di Baitullah atau Ka’bah adalah arah setiap kali mendirikan shalat. Tentu arah ini memiliki arti tersendiri dalam hidup anda, jika anda memiliki kesempatan beribadah kepada Allah langsung di hadapan Ka’bah, wajar bila pertama kali anda berkesempatan untuk beribadah kepada Allah langsung di hadapan Ka’bah, tidak kuasa menahan luapan rasa bahagia. Hati berbunga-bunga, pikiran terharu dan air matapun mengalir bercucuran. Betapa tidak, arah yang selama ini anda agungkan ternyata bermuara pada bangunan sederhana, yaitu Ka’bah. Bangunan yang tersusun dari bebatuan hitam, yang sudah tentu tidak kuasa memberi anda apapun.

Halal ataukah Haram Menjalankan Haji/Umroh menggunakan Dana Talangan?

Kesederhanaan Ka’bah menjadikan anda menyadari bahwa selama ini ternyata anda tidaklah menyembah bangunan Ka’bah. Selama ini sejatinya anda sedang mengagungkan Tuhan, Pencipta dan Penguasa dunia beserta isinya.

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ﴿٣﴾الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” [al-Quraisy/106 : 3 – 4]

Walau demikian, mata anda tak akan pernah puas memandang Ka’bah, dan kerinduan akan selalu melekat dalam hati untuk terus berkunjung dan beribadah di dekatnya.

Saudaraku! 
Fenomena yang anda rasakan bersama Ka’bah ini sejatinya adalah efek langsung dari kobaran iman kepada Allah Ta’ala. Anda menyadari bahwa Allah-lah yang memerintahkan anda untuk meghadapkan wajah ke arahnya, karenanya anda selalu rindu kepadanya.

Begitu kuat kerinduan kepada Ka’bah hingga menjadikan anda berusaha sekuat tenaga untuk dapat mengobati kerinduan walau hanya sesaat atau minimal sekali seumur hidup. Sedikit demi sedikit anda menyisihkan dari hasil kucuran keringat, agar dikemudian hari berkesempatan menikmati kesejukan beribadah di sisi Ka’bah. Bahkan mungkin anda rela menjual berbagai aset atau bahkan berhutang agar dapat mewujudkan impian anda ini. Meskipun kewajiban menjalanlan ibahdan Haji/Umrah adalah hanya bagi mereka yang mampu (istito’ah).


Perlu diketahui adaya perbedaan antara Orang yang tidak mampu (tidak sanggup membayar) dan orang yang mampu (sanggup membayar).

Jika seseorang secara finanasial memiliki kepastian untuk membayar talangan di masa yang akan datang, misalnya karena gaji yang cukup, atau pengahasilan lain yang stabil, dan sudah tentu masuk dalam perhitungan pihak financing sebagai pemberi talangan, maka jamaah tersebut dapat dikategorikan sebagai yang mampu untuk Haji/Umrah.

Namun jika seseorang tidak memiliki kepastian melunasinya, tentu pihak finance tidak akan memberikan talangan pada nasabah, maka jamaah itu belum dikategorikan sebagai mampu untuk menjalankan Haji/Umrah

Oleh karena itu kita lembaga pembiayaan yang akan memberikan dana talangan jamaah harus dilihat dulu kemampuan nasabah dalam membayar cicilannya (kelayakan).

Dana talangan harus diberikan kepada Muslimin yang mampu karena haji/Umrah khusus kepada orang-orang mampu. Semoga bermanfaat


Halal ataukah Haram Menjalankan Haji/Umroh menggunakan Dana Talangan?
Untuk informasi lengkap, silahkan :
Call/SMS/WhatsApp : 0813-3411-1119
Email : sahabatsbl.info@gmail.com